Pengaruh Perlakuan Perendaman Asap Cair Terhadap Defleksi Balok Batang Nangka (Artocorpus Heteropyllus) Dengan Tumpuan Sederhana
Keywords:
Artocorpus Heteropyllus, Perendaman Dingin, Asap Cair, Uji Tarik, dan DefleksiAbstract
Penggunaan kayu yang tepat sebagai bahan bangunan harus ditekankan agar struktur tahan lama dan tidak membahayakan orang yang membangunnya dan mereka yang akan menggunakannya. Perhitungan defleksi material diperlukan saat mengidentifikasi bahan bangunan yang tepat. Tujuan perhitungan fleksibilitas adalah untuk menghitung kekuatan material guna menentukan batas aman material saat menerima beban. Sangat penting untuk merekayasa material menggunakan komponen ramah lingkungan untuk meningkatkan kekuatan kayu. Para peneliti menggunakan asap cair kelas C dari tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana material kayu nangka mengalami defleksi sebelum dan sesudah direndam. Metode perendaman dingin digunakan untuk merendam asap cair selama 4 hari, 8 hari, dan 12 hari. Penggunaan asap cair dalam konsentrasi 100 persen atau tanpa pencampuran. Setelah perendaman selesai, permukaan harus dikeringkan dengan udara. Selanjutnya, spesimen dibentuk untuk pengujian tarik sesuai dengan ASTM D638 Tipe-1, dan dimensi uji defleksi sesuai dengan kapasitas peralatan uji, yaitu panjang 600 mm, lebar 25 mm, dan tebal 6 mm. Menurut hasil penelitian, kayu yang tidak direndam dan kayu yang direndam dengan asap cair kelas C menghasilkan hasil yang berbeda. Kekuatan tarik kayu nangka yang tidak direndam memiliki kekuatan tarik 61,29 MPa, sedangkan kayu nangka yang direndam selama empat hari memiliki kekuatan tarik 82,80 MPa. Uji defleksi pada spesimen kontrol adalah 8,59 mm, sedangkan defleksi pada spesimen setelah 4 hari perendaman adalah 4,764 mm dengan gaya yang sama sebesar 7,5 N.