Pengaruh Perlakuan Pengasapan Terhadap Defleksi Balok Batang Aren (Arenge Pinnata Mertr) Dengan Tumpuan Sederhana
Keywords:
Pengasapan, DefleksiAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kekuatan tarik balok serat aren akibat pengaruh perlakuan fumigasi dan untuk mengetahui defleksi atau defleksi balok serat kelapa sawit dengan beban terpusat akibat perlakuan fumigasi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium fisika metalurgi dan mekanika terapan Universitas Kristen Paulus dengan Mesin Defleksi dan Tarik. Spesimen Uji Tarik yang digunakan adalah tipe ASTM638-2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan tarik serat meningkat setelah fumigasi hingga 3 hari dan kemudian menurun hingga 5 hari. Peningkatan kekuatan disebabkan oleh adanya karbonil dalam asap yang masuk melalui pori-pori atau membran serat, sehingga terperangkap di dalam serat. Di sisi lain, kadar air serat menurun akibat panas asap rata-rata 45°C. Karena kekuatan tarik meningkat dan regangan relatif konstan, elastisitas serat meningkat kemudian kekuatan menurun dan nilai tertinggi diperoleh pada pengasapan 3 hari sebesar 590,77 kgf/mm2. Setelah tiga jam, 4 dan 5 hari pengasapan, nilai elastisitas terus menurun dengan nilai 481,90 kgf/mm2 dan 456,00 kgf/mm2.
Untuk beban yang sama sebesar 1 kg, defleksi yang terjadi pada balok serat tanpa pengasapan adalah 24,88 mm dan pada balok serat kelapa sawit dengan pengasapan selama 3 hari terdapat defleksi sebesar 16,92 mm. Defleksi balok serat tanpa pengasapan lebih besar daripada defleksi balok dengan pengasapan selama 3 hari, karena elastisitas serat dengan pengasapan lebih besar (590,77 kgf/mm2) daripada elastisitas serat tanpa pengasapan (401,90 kgf/mm2). Kekuatan tarik serat meningkat setelah pengasapan karena adanya karbonil dalam asap yang masuk melalui pori-pori atau membran serat, sehingga terperangkap di dalam serat. Di sisi lain, kadar air serat menurun karena panas asap rata-rata sebesar 45°C.