Analisa Pengaruh Diameter Nosel Terhadap Kinerja Turbin Pelton
Kata Kunci:
Turbin Pelton, Diameter Nozzle, HeadAbstrak
Turbin pelton adalah jenis turbin air implus yang memanfaatkan energi potensial air sebagai sumber listrik. Energi potensial yang terkandung dalam air dihasilkan dari air yang jatuh tinggi atau sebagai akibat dari pembuangan air yang mengalir dari sungai. Potensi kebutuhan air dengan head tinggi dan debit kecil menjadikan turbin Pelton pilihan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diameter nozzle terhadap kinerja turbin pelton. Setelah menganalisis data dari hasil yang diperoleh pada setiap variasi diameter yang telah diuji, kemudian buatlah grafik dengan menggunakan rata-rata Head sehingga dapat dilihat pengaruh Head terhadap Turbin Pelton. Prosedur pengujian yang dilakukan pada penelitian turbin pelton dengan mengatur variasi diameter nozzle. 1.Memeriksa instalasi turbin pelton,2.Mengisi air kedalam drum air hingga terisi berkisar volume drum,3.Tutup rumah turbin.Sambungkan cok listrik pada tubrin pelton ke sumber listrik,4.Nyalakan inverter frekuensi dan juga lampu pada setiap sambungan yang terpasang Saat runner turbin sudah berputar, lihat data beban, kecepatan alir, kuat arus, tengan, tekanan suction, tekanan discharger yang tertera kemudian dicatat data tersebut,5.Melihat kecepatan putaran generator dengan menggunakan tachometer digital yag dihubungkan pada poros generator, kemudian dicatat kecepatan putaran tersebut,6.Melihat daya output , lalu dilihat lampu yang menyala pada saat pengujian, kemudian dicatat data tersebut,7.Ulangi langkah 1-4 dengan mengatur diameter menggunakan inverter frekuensi sebesar 8,3 m (44hz) dan (8,1hz) untuk mendapatkan data selanjutnya,8.Mengolah data penelitian yang didapatkan, 9.Mengalisa data penelitian untuk mengetahui hubungan antara variable yang telah di tentukan, 10.Menarik kesimpulan data penelitian untuk mengetahui hubungan antara hubungan varieable yang telah dientukan, 11. Dari pengujian ini didapatkan variasi diameter nozzle 19mm mendapatkan tekanan suction sebesar 1,97 dan 1,95 sedangkan tekanan discharge sebesar 14,28 dan 14,22 , Variasi diameter nozzle 23mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,30 dan 2,30 sedangkan tekanan discharge sebesar 14,36 dan 14,35 , Variasi diameter nozzle 25mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,43 dan 2,40 sedangkan tekanan discharge sebesar 14,43 dan 14,46 , Variasi diameter nozzle 28mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,79 dan 2,42 sedangkan tekanan discharge sebesar 14,50 dan 14,55 .