Analisis Kebutuhan Jalur Pedestrian Jalan Pajjaiang Segmen Depan GOR Sudiang Kota Makassar

Penulis

  • Imbo Mangiri Rumpa Universitas Kristen Indonesia Paulus Penulis

DOI:

https://doi.org/10.52722/jq73dm25

Kata Kunci:

Jalur Pedestrian, Level of Service, Pejalan kaki, Trotoar

Abstrak

Ketersediaan fasilitas yang memadai diperlukan untuk menciptakan pergerakan pejalan kaki yang aman, nyaman, dan lancar. Aktivitas pejalan kaki di Jalan Jalan Pajjaiang Segmen Depan GOR Sudiang Kota Makassar cukup tinggi, terutama pada pagi dan sore hari. Namun kondisi trotoar tidak optimal, berupa satu sisi trotoar saja, trotoar yang rusak dan hambatan yang mengecilkan ruang pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan jalur pejalan kaki berdasarkan kondisi yang ada, karakteristik pejalan kaki, tingkat pelayanan (Level of Service/LOS), kebutuhan lebar trotoar, dan fasilitas penyeberangan. Kondisi trotoar, volume pejalan kaki, waktu tempuh, kecepatan berjalan dan volume kendaraan data yang diperoleh adalah data survei lapangan. Analisis ini merupakan analisis berdasarkan Pedoman Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki Tahun 2023. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa volume piedmover tertinggi sebesar 363 orang/jam dan terendah sebesar 159 orang/jam. Kondisi trotoar yang kurang memberikan pelayanan optimal juga menyebabkan sebagian pejalan kaki harus memanfaatkan badan jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa lebar trotoar yang disarankan adalah 1,67 m. Berdasarkan volume pejalan kaki 313 orang/jam dan volume kendaraan 1.332 kendaraan/jam, nilai fasilitas penyeberangan yang diperoleh menggunakan metode PV² adalah 555.332.112,00. Berdasarkan hasil tersebut, fasilitas penyeberangan yang disarankan adalah penyeberangan pelikan dengan area tunggu. Peningkatan penyeberangan dan penyediaan fasilitas penyeberangan diperlukan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan mobilitas saat berjalan kaki.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] I. T. S. Kaontole, A. L. E. Rumayar, dan M. M. Kumaat, “Analisis Karakteristik dan Tingkat Pelayanan Arus Pejalan Kaki (Studi Kasus: Jl. Suprapto – Jl. Lembong),” TEKNO, vol. 21, no. 84, hlm. 627–638, 2023, doi: 10.35793/jts.v21i84.48457.

[2] I. B. Wirahaji, I. W. Muka, M. N. Indriani, I. M. Wisudana, dan I. G. F. S. Tapa, “Analisis Karakteristik dan Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Wisata Ubud: (Studi Kasus: Jalan Raya Ubud, Gianyar),” J. Ilm. Telsinas Elektro Sipil Dan Tek. Inf., vol. 8, no. 1, hlm. 64–73, Apr 2025, doi: 10.38043/telsinas.v8i1.6115.

[3] A. Adilah, E. Buchari, dan M. Agustien, “Analisis Kebutuhan Fasilitas Pedestrian di Kawasan Stasiun,” J. Penelit. Sekol. Tinggi Transp. Darat, vol. 15, no. 1, hlm. 32–45, Jul 2024, doi: 10.55511/jpsttd.v15i1.671.

[4] N. Annaz dan N. Tinumbia, “Analisis Kinerja Fasilitas Pedestrian Dalam Mendukung Integrasi Antarmoda Angkutan Umum di Perkotaan,” J. ARTESIS, vol. 3, no. 1, hlm. 1–9, Mei 2023, doi: 10.35814/artesis.v3i1.5018.

[5] A. Ayuningtias dan W. Hadi, “Analisis Kesesuaian Pembangunan Jalur Pedestrian di Jl. H. R. Rasuna Said (Sisi Barat) Pasca Revitalisasi Berdasarkan Permen,” Indo Publ., vol. 1, no. 5, hlm. 2854–2868, doi: 10.63822/0200hj25.

[6] T. A. Pambudi, “Analisis Keterpenuhinya Kebutuhan Fasilitas Pejalan Kaki Berdasarkan Persepsi Penguna pada Trotoar Jalan R.A. Kartini, Bekasi,” J. Multidisiplin Ilmu Akad., vol. 3, no. 3, hlm. 986–996, doi: 10.61722/jmia.v3i3.10514.

[7] H. C. Oktavia dan R. Sari, “Analisis Kualitas Layanan Aset Jalur Pedestrian di Jalan Astanaanyar Berdasarkan Konsep Walkability,” J. Reg. Rural Dev. Plan. J. Perenc. Pembang. Wil. Dan Perdesaan, vol. 10, no. 1, hlm. 21–35, 2026, doi: 10.29244/jp2wd.2026.10.1.21-35.

[8] A. S. H. Aswaty, M. Manaf, dan K. Aksa, “Strategi Peningkatan Walkability Index Di Kawasan Bisnis Dan Wisata Di Kota Makassar,” Urban Reg. Stud. J., vol. 7, no. 1, hlm. 52–63, Des 2024, doi: 10.35965/ursj.v7i1.4609.

[9] A. Abubakar, M. S. Alim, dan L. B. Said, “Analisis Persepsi Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki Terhadap Pemanfaatan Trotoar Jalan Perkotaan Kasus di Jalan Ahmad Yani, HOS Cokroaminoto Kota Makassar,” J. Ilm. Mhs. Tek. Sipil JILMATEKS, vol. 4, no. 2, 2022, doi: 10.33096/r1rtvp82.

[10] A. Kurniawan, Y. Alwinda, dan B. Hamdi Rhoma Putra, “Studi Kenyamanan Pejalan Kaki di Trotoar pada Kawasan Jalan Jendral Ahmad Yani Kota Pekanbaru Provinsi Riau,” J. Infrastruct. Civ. Eng., vol. 2, no. 01, hlm. 47–59, Apr 2022, doi: 10.35583/jice.v2i01.14.

[11] S. N. Asis, K. Aksa, dan R. Arief, “Studi Tingkat Kenyamanan Jalur Pedestrian di Kawasan Jalan Somba Opu, Makassar,” J. Urban Plan. Stud., vol. 3, no. 1, hlm. 61–67, Nov 2022, doi: 10.35965/jups.v3i1.329.

[12] F. D. Irawan, R. Apdeni, F. Ashar, dan F. Rifwan, “Analisis Tingkat Pelayanan Fasilitas Pedestrian Jalan Pasar Baru Kota Padang,” J. Appl. Sci. Civ. Eng., vol. 6, no. 4, hlm. 561–566, 2025, doi: 10.24036/asce.v6i4.1418.

[13] B. Tanan, D. Arselina, dan L. E. Radjawane, “Analisis Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Ruas Jalan Lamadukelleng,” Paulus Civ. Eng. J. PCEJ, vol. 5, no. 4, hlm. 658–670, 2023.

[14] I. T. Batu’, M. Selintung, dan L. E. Radjawane, “Evaluasi Fasilitas Pejalan Kaki di Jalan Masjid Raya Kota Makassar,” Paulus Civ. Eng. J. PCEJ, vol. 6, no. 4, hlm. 658–666, 2024, doi: 10.52722/8h253305.

[15] S. M. R. Alhadad, S. Mayuni, dan S. Said, “Study of Pedestrian Facilities on Jalan Sutan Syahrir and Jalan K.H. Agus Salim, Pontianak, Kalimantan Barat,” J. Tek. Sipil, vol. 26, no. 1, hlm. 2661–2671, Feb 2026, doi: 10.26418/jts.v26i1.93201.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-28

Cara Mengutip

[1]
Imbo Mangiri Rumpa, “Analisis Kebutuhan Jalur Pedestrian Jalan Pajjaiang Segmen Depan GOR Sudiang Kota Makassar”, PCEJ, vol. 8, no. 3, pp. 326–335, Sep. 2026, doi: 10.52722/jq73dm25.