Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Gerakan Tanah Dengan Menggunakan GIS-MCDA dan AHP di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Penulis

  • Ratri Andinisari Institut Teknologi Nasional Malang Penulis
  • Krishna Himawan Subiyanto Institut Teknologi Nasional Malang Penulis
  • Ardiyanto Maksimilianus Gai Institut Teknologi Nasional Malang Penulis
  • Kinta Ramayanti Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Malang Penulis
  • Rahmadina Fitria Ristanti Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Malang Penulis
  • Estri Pamungkasih Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Malang Penulis
  • Diyan Eko Wahyudie Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Malang Penulis
  • Iftita Yustitia Arini Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Malang Penulis
  • Dewa Oka Prabawa Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Malang Penulis

DOI:

https://doi.org/10.52722/cz23jr53

Kata Kunci:

gerakan tanah, GIS, MCDPA, AHP, kerawanan longsor, Tirtoyudo

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kerawanan bencana gerakan tanah di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, dengan menggunakan pendekatan GIS berbasis MCDA-AHP. Parameter yang digunakan meliputi kelerengan, curah hujan, geologi, jenis tanah, dan tutupan lahan. Setiap parameter dianalisis secara spasial dan diklasifikasi berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap potensi gerakan tanah, kemudian diintegrasikan melalui metode weighted overlay untuk menghasilkan peta zonasi kerawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Tirtoyudo didominasi oleh zona kerawanan sedang dengan luasan sekitar 908,06 ha, zona kerawanan rendah seluas 89,06 ha, dan zona kerawanan tinggi seluas 6,68 ha. Distribusi kerawanan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian berada pada tingkat kerentanan menengah. Di sisi lain, zona kerawanan tinggi bencana gerakan tanah di wilayah ini terkonsentrasi pada lereng curam, area dengan jenis batuan yang lemah, serta tutupan lahan yang rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan MCDA berbasis GIS efektif dalam mengidentifikasi pola kerawanan bencana gerakan tanah secara spasial dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana serta penataan ruang wilayah yang adaptif di wilayah Kecamatan Tirtoyudo.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] J. T. Van Gorsel, “A bibliography and brief history of Indonesia, geology literature,” in Proc. Indon Petrol. Assoc., 33rd Ann. Conv., Indonesian Petroleum Association (IPA), May 2009. doi: 10.29118/IPA.2341.09.G.087.

[2] H. Darman and F. H. Sidi, An Outline of the Geology of Indonesia, Jakarta, Indonesia: Indonesian Association of Geologists, 2000, p. 254.

[3] J. P. G. N. Rochman, M. A. Sadewa, and A. M. Putra, “Earthquake microzonation using microtremor analysis and horizontal to vertical spectral ratio method: Study case at Ampelgading and Tirtoyudo Sub-district, Malang, East Java,” in Proceedings of the 12th International Conference on Green Technology (ICGT 2022), Advances in Engineering Research Series, vol. 221, Dordrecht, The Netherlands: Atlantis Press, 2023.

[4] X. Wang, J. Wang, H. Zhan, P. Li, H. Qiu, and S. Hu, “Moisture content effect on the creep behavior of loess for the catastrophic Baqiao landslide,” CATENA, vol. 187, p. 104371, Apr. 2020, doi: 10.1016/j.catena.2019.104371.

[5] I. Ketut Ari Pegatariana, A. Susilo, F. Aprilia, and B. Hangga Triyo Eko Putro, “Tracing Geological Stories: A Geotrail Study in Purwodadi Village, Tirtoyudo District, Malang Regency,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 1424, no. 1, p. 012006, Dec. 2024, doi: 10.1088/1755-1315/1424/1/012006.

[6] S. J. Carver, “Developing web-based GIS/MCE: Improving access to data and spatial decision support tools,” in Spatial Multicriteria Decision-Making and Analysis: A Geographic Information Sciences Approach, J. C. Thill, Ed., Aldershot, UK: Ashgate, 1999, pp. 49–75.

[7] J. Malczewski, “GIS-based multicriteria decision analysis: A survey of the literature,” International Journal of Geographical Information Science, vol. 20, no. 7, pp. 703–726, Aug. 2006, doi:10.1080/13658810600661508.

[8] T. Nainggolan, S. S. Sai, A. Lomi, A. Y. Mabrur, and R. Andinisari, “Web-based GIS spatial decision support system for infrastructural maintenance of roads and irrigation facilities in Central and East Sumba,” in Proc. The 3rd International Conference on Natural Sciences, Mathematics, Applications, Research, and Technology (ICON-SMART 2022): Mathematical Physics and Biotechnology for Education, Energy Efficiency, and Marine Industries, vol. 3132, Kuta, Indonesia: AIP Publishing, 2024, p. 040010.

[9] R. Greene, J. E. Luther, R. Devillers, and B. Eddy, “An approach to GIS-based multiple criteria decision analysis that integrates exploration and evaluation phases: Case study in a forest-dominated landscape,” For. Ecol. Manag., vol. 260, no. 12, pp. 2102–2114, Dec. 2010, doi: 10.1016/j.foreco.2010.08.052.

[10] B. Aksoy and M. Ercanoglu, “Landslide identification and classification by object-based image analysis and fuzzy logic: An example from the Azdavay region (Kastamonu, Turkey),” Comput. Geosci., vol. 38, no. 1, pp. 87–98, Jan. 2012, doi: 10.1016/j.cageo.2011.05.010.

[11] R. Greene, R. Devillers, J. E. Luther, and B. G. Eddy, “GIS‐Based Multiple‐Criteria Decision Analysis,” Geogr. Compass, vol. 5, no. 6, pp. 412–432, Jun. 2011, doi: 10.1111/j.1749-8198.2011.00431.x.

[12] H. Taherdoost and M. Madanchian, “Multi-criteria decision making (MCDM) methods and concepts,” Encyclopedia, vol. 3, no. 1, pp. 77–87, 2023, doi: 10.3390/encyclopedia3010006.

[13] M. F. Yassar, M. Nurul, N. Nadhifah, N. F. Sekarsari, R. Dewi, R. Buana, S. N. Fernandez, and K. A. Rahmadhita, “Penerapan weighted overlay pada pemetaan tingkat probabilitas zona rawan longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,” Jurnal Geosains dan Remote Sensing, vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2020, doi: 10.23960/jgrs.2020.v1i1.13.

[14] I. Hassan, M. A. Javed, M. Asif, M. Luqman, S. R. Ahmad, A. Ahmad, S. Akhtar, and B. Hussain, “Weighted overlay based land suitability analysis of agricultural land in Azad Jammu and Kashmir using GIS and AHP,” Pakistan Journal of Agricultural Sciences, vol. 57, no. 6, pp. 1509–1519, 2020, doi: 10.21162/PAKJAS/20.9507.

[15] R. Sujanto, R. Hadisantono, R. Kusnama, R. Chaniago, and R. Baharudin, Peta Geologi Lembar Turen, Jawa, Bandung, Indonesia: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, 1992.

Diterbitkan

2026-03-10

Cara Mengutip

[1]
R. Andinisari, “Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Gerakan Tanah Dengan Menggunakan GIS-MCDA dan AHP di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur”, PCEJ, vol. 8, no. 1, pp. 35–47, Mar. 2026, doi: 10.52722/cz23jr53.