Kajian Kinerja Pengelolaan Air Limbah Untuk Sanitasi Aman di Lembaga Pendidikan Keagamaan Kota Palu
DOI:
https://doi.org/10.52722/je0p2j24Kata Kunci:
Santasi Aman, Pengelolaan Air Limbah, IPAL, Pondok Pesantren, Kota PaluAbstrak
Pengelolaan air limbah di lembaga pendidikan keagamaan berperan krusial dalam memastikan tercapainya standar sanitasi aman. Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem pengolahan air limbah pada tujuh pondok pesantren di Kota Palu melalui kombinasi pendekatan kuisioner kepada santri dan pengurus, inspeksi lapangan terhadap infrastruktur sanitasi, serta analisis laboratorium terhadap kualitas efluen. Data persepsi diolah menggunakan skala Likert dan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa seluruh parameter kualitas efluen—termasuk TSS, BOD, COD, pH, minyak dan lemak, serta amoniak—berada dalam rentang baku mutu yang dipersyaratkan Permen LHK No. P.68/2016, mengindikasikan bahwa IPAL beroperasi secara efektif. Temuan observasi mengungkap bahwa sebagian besar pesantren memiliki kinerja pengelolaan yang baik hingga sangat baik; namun sejumlah aspek seperti pemeliharaan fasilitas, kecukupan jumlah WC, dan pencatatan operasi IPAL masih menunjukkan celah yang perlu diperbaiki. Analisis kuisioner menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan santri berada pada kategori baik, meskipun tingkat konsistensinya masih bervariasi. Penelitian ini menekankan perlunya penambahan fasilitas sanitasi sesuai rasio santri, peningkatan kapasitas atau modifikasi IPAL untuk mengantisipasi pertumbuhan populasi, serta penguatan mekanisme operasi dan pemeliharaan melalui pencatatan rutin. Dukungan monitoring dari instansi terkait menjadi faktor penting untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan air limbah di lingkungan pendidikan keagamaan.Unduhan
Referensi
[1] U. WHO, “Progress on household drinking water, sanitation and hygiene,” 2023.
[2] Badan Pusat Statistik (BPS), “Persentase rumah tangga menggunakan layanan sanitasi yang dikelola secara aman menurut provinsi dan tipe daerah (persen),” Badan Pusat Statistik, Jakarta, 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjE3OSMy/persentase-rumah-tangga-menggunakan-layanan-sanitasi-yang-dikelola-secara-aman-menurut-provinsi-dan-tipe-daerah--persen-.html.
[3] Badan Pusat Statistik(BPS), “Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak menurut provinsi dan klasifikasi desa, 2020–2023,” Jakarta, 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODQ3IzI%3D/persentase-rumah-tangga-menurut-provinsi-dan-memiliki-akses-terhadap-sanitasi-layak.html.
[4] UNICEF, “WASH Acts Vol. 13: October–December 2023,” UNICEF Indonesia, Jakarta, 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.unicef.org/indonesia/media/19701/file/WASH Acts Vol. 13 Oct-Dec 23.pdf.
[5] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)., Petunjuk Teknis SANIMAS. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2022.
[6] A. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, no. January. 2019.
[7] M. M. Rahman, “Sample Size Determination for Survey Research and Non-Probability Sampling Techniques: A Review and Set of Recommendations,” J. Entrep. Bus. Econ. Vol 11 No 1, 2023, [Daring]. Tersedia pada: https://scientificia.com/index.php/JEBE/article/view?path=.
[8] S. K. Ahmed, “How to choose a sampling technique and determine sample size for research: A simplified guide for researchers,” Oral Oncol. Reports, vol. 12, hal. 100662, 2024, doi: https://doi.org/10.1016/j.oor.2024.100662.
[9] UNICEF/WHO, “Core questions on water, sanitation and hygiene for household surveys-2018 update,” JMP Water Supply Sanit. Hyg., hal. 1–24, 2018, [Daring]. Tersedia pada: https://washdata.org.
[10] M. S. Alam dan M. Mondal, “Assessment of sanitation service quality in urban slums of Khulna city based on SERVQUAL and AHP model: A case study of railway slum, Khulna, Bangladesh,” J. Urban Manag., vol. 8, no. 1, hal. 20–27, 2019, doi: https://doi.org/10.1016/j.jum.2018.08.002.
[11] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah,” Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Indonesia, 2025. [Daring]. Tersedia pada: [Dokumen diunggah pengguna].
[12] D. Ramkumar, V. Jothiprakash, dan B. N. Patil, “Performance assessment of sewage treatment plants using compliance index,” J. Water Sanit. Hyg. Dev., vol. 12, no. 6, hal. 485–497, 2022, doi: 10.2166/washdev.2022.055.
[13] A. Joshi, S. Kale, S. Chandel, dan D. Pal, “Likert Scale: Explored and Explained,” Br. J. Appl. Sci. Technol., vol. 7, hal. 396–403, Jan 2015, doi: 10.9734/BJAST/2015/14975.
[14] M. Koo dan S.-W. Yang, “Likert-Type Scale,” Encyclopedia, vol. 5, hal. 18, Feb 2025, doi: 10.3390/encyclopedia5010018.
[15] T. T. Wondim, R. B. Dzwairo, D. Aklog, E. Janka, G. Samarakoon, dan M. M. Dereseh, “Wastewater treatment plant performance assessment using time-function-based effluent quality index and multiple regression models: the case of Bahir Dar textile factory,” Environ. Monit. Assess., vol. 195, no. 11, 2023, doi: 10.1007/s10661-023-11952-w.
[16] M. Sururi, M. Dirgawati, W. Wiliana, F. Fadlurrohman, Hardika, dan N. Widiyati, “Performance evaluation of domestic waste water treatment system in urban Indonesia,” Case Stud. Chem. Environ. Eng., vol. 8, hal. 100507, Des 2023, doi: 10.1016/j.cscee.2023.100507.
[17] L. Simão, E. Fernandes, D. Hotza, M. J. Ribeiro, O. R. K. Montedo, dan F. Raupp-Pereira, “Controlling efflorescence in geopolymers: A new approach,” Case Stud. Constr. Mater., vol. 15, hal. e00740, 2021, doi: https://doi.org/10.1016/j.cscm.2021.e00740.
[18] A. J. Osatogbe dan A. A. Ahmad, “Knowledge attitudes and practice to sanitation facilities among secondary students in Sokoto Mtropolis, Nigeria,” Sci. Prepr., no. May, 2023, doi: 10.14293/PR2199.000144.v1.
[19] B. Y. Febrianto, V. T. Septiana, S. N. Jelmila, dan D. Hasni, “Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan Pesantren Al-Falah Padang,” J. Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. 1, no. 11, hal. 2957–2962, 2024, doi: 10.59837/jpmba.v1i11.638.
[20] K. Ainun, N. Susanti, D. Indrawan, dan D. Gaffar, PESANTREN SEHAT. 2021.
[21] R. Faradila, H. Huboyo, dan A. Syakur, “Rekayasa Pengolahan Air Limbah Domestik Dengan Metode Kombinasi Filtrasi Untuk Menurunkan Tingkat Polutan Air,” J. Kesehat. Lingkung. Indones., vol. 22, hal. 342–350, Agu 2023, doi: 10.14710/jkli.22.3.342-350.
[22] N. A. Mohidem dan Z. Hashim, “Integrating Environment with Health: An Islamic Perspective,” Soc. Sci., vol. 12, hal. 321, Mei 2023, doi: 10.3390/socsci12060321.


