Evaluasi Efektivitas Sistem Safety Interlock pada Rangkaian Conveyor–Crusher dalam Mencegah Kegagalan Operasional di PT Freeport Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.63365/7gx0zv10Kata Kunci:
safety interlock, conveyor–crusher, keandalan sistem, keselamatan operasi, kegagalan operasionalAbstrak
Rangkaian conveyor–crusher merupakan sistem penanganan material yang beroperasi kontinu dan berisiko mengalami kegagalan seperti blocked chute, belt slip, belt tear, crusher overload, dan unsafe start. Kegagalan tersebut dapat menyebabkan kerusakan peralatan, downtime tinggi, serta potensi kecelakaan kerja. Penerapan safety interlock menjadi lapisan proteksi penting untuk mencegah kondisi berbahaya dan menjaga kontinuitas produksi. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas dan keandalan sistem safety interlock melalui analisis fungsi keselamatan, mode kegagalan, serta parameter keandalan. Perhitungan Risk Reduction Factor (RRF) dan Probability of Failure on Demand (PFDavg) digunakan untuk menentukan tingkat Safety Integrity Level (SIL). Kinerja operasional dianalisis menggunakan Spurious Trip Rate (STR), Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), dan Operational Availability (Ao). Hasil menunjukkan nilai RRF 85% dan PFDavg 0,001 (SIL 2) dengan Operational Availability 98,5%. Namun, masih terdapat spurious trip, sehingga diperlukan peningkatan sensor, redundansi, dan logika kontrol