ANALISIS DAN PERBANDINGAN KADAR Ni, Fe2O3, dan SiO2 PADA BIJIH NIKEL LATERIT BERDASARKAN JENIS SAMPEL DI WILAYAH MALUKU UTARA

Authors

  • Jane Aprilia Mege Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar Author
  • Febriani Kadang Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar Author
  • M. Saleh Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar Author
  • Rosalia Sira Sarungallo Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.63365/vxm1et10

Keywords:

Nikel laterit, Ni, Fe2O3, SiO2

Abstract

Bijih nikel laterit merupakan sumber mineral yang berperan dalam industri pengolahan dan hilirisasi nikel di Indonesia, khususnya di kawasan Maluku Utara. Variasi kadar unsur nikel (Ni), besi oksida (Fe2O3), dan silika (SiO2) pada bijih nikel laterit dipengaruhi oleh proses laterisasi dan jenis material, sehingga karakteristik kimia dibutuhkan untuk pengendalian kualitas bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kadar Ni, Fe2O3, dan SiO2 pada bijih nikel laterit berdasarkan perbedaan jenis sampel, yaitu sampel batu, sampel tanah, dan sampel campuran yang berasal dari wilayah Maluku Utara, meliputi Ternate, kawasan industri pertambangan di Halmahera, dan pulau-pulau sekitarnya. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel di lapangan, preparasi sampel melalui proses pengeringan, penghalusan ukuran 200 mesh, serta pembentukan pelet. Analisis kimia dilakukan menggunakan instrumen Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED-XRF) untuk menentukan kadar Ni, Fe2O3, dan SiO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Ni dan Fe2O3 sampel tanah lebih tinggi serta kandungan SiO2 yang lebih rendah dibandingkan sampel batu dan sampel campuran, sehingga menunjukkan kualitas bijih nikel laterit yang paling baik. Sampel campuran menunjukkan karakteristik campuran material dengan tingkat laterisasi yang berbeda, sedangkan sampel batu  kualitas terendah karena sifat batuan ultramafik dan kandungan silika yang tinggi. Karakteristik bijih nikel laterit di Maluku Utara yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk pengendalian kualitas bijih serta perencanaan penambangan dan pengolahan yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Published

2026-02-26