Pengaruh Variasi Ukuran Tongkol Jagung dan Suhu Distilasi Terhadap Karakteristik Asap Cair
DOI:
https://doi.org/10.63365/srj14630Keywords:
Asap cair, tongkol jagung, pirolisis, suhu distilasiAbstract
Jagung adalah satu diantara komoditas utama yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Toba. Produksi jagung yang tinggi menghasilkan limbah tongkol jagung yang dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan tongkol jagung menjadi asap cair melalui proses pirolisis, serta menganalisis pengaruh ukuran tongkol jagung (5, 10, dan 15 cm) dan suhu distilasi (100oC, 125oC, dan 150oC) terhadap karakteristik asap cair. Analisis meliputi warna, pH, kandungan asam asetat, fenol, bobot jenis, dan bahan terapung, serta kesesuaian hasil dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8985-2021. Proses ini memanfaatkan kandungan tongkol jagung seperti selulosa (41%), hemiselulosa (36%), dan lignin (6%) yang dapat didegradasi secara termal menghasilkan asam asetat, fenol dan senyawa lainnya dan berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair memiliki pH <3, asam asetat tertinggi (3%) pada ukuran 5 cm dan suhu 100oC, serta kandungan fenol yang rendah (0,000829-0,004937). Semua variasi tidak mengandung bahan terapung dan bobot jenis berkisar antara 1,0097-1,0159. Hasil ini mengindikasikan bahwa asap cair yang dihasilkan memenuhi standar SNI dan dapat menjadikannya sebagai solusi potensial untuk pengelolaan limbah jagung yang ramah lingkungan.