Koreksi Data Curah Hujan Pengamatan dan Satelit GPM di Desa Crewek

Authors

  • agynda kukuh universitas muhammadiyah malang Author
  • Dinda Putri Haryani Universitas Muhammadiyah Malang Author
  • Irvan Maulana Universitas Muhammadiyah Malang Author
  • Azhar Adi Darmawan Universitas Muhammadiyah Malang Author
  • Dandy Ahmad Yani Universitas Muhammadiyah Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.52722/pa3ee286

Abstract

Ketersediaan data curah hujan yang lengkap dan berjangka panjang merupakan kebutuhan penting dalam analisis hidrologi. Namun demikian, ketersediaan data tersebut masih terbatas karena tidak seluruh wilayah, khususnya daerah terpencil, memiliki stasiun hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat akurasi data curah hujan hasil estimasi satelit IMERG (Integrated Multi-satellite Retrievals for GPM) serta menentukan faktor koreksi guna meningkatkan kesesuaiannya terhadap data hujan hasil pengukuran di lapangan. Koreksi data curah hujan satelit IMERG dilakukan menggunakan metode regresi. Tingkat keakuratan data hujan satelit terhadap data hujan terukur dianalisis menggunakan parameter Root Mean Squared Error (RMSE), Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R) serta Relative Bias (RB). Hasil analisis menunjukkan bahwa akurasi data hujan harian satelit GPM tergolong rendah, namun mengalami peningkatan pada skala waktu bulanan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan akurasi yang ditunjukkan oleh nilai NSE sebesar 0,133 yang termasuk dalam kategori memenuhi, nilai R masih sebesar 0,813 yang menunjukkan hubungan sangat kuat, serta nilai RMSE menurun sebesar 10,589, serta nilai RB menurun sebesar 2,47% yang menunjukkan kecendrungan overestimasi. Dengan demikian, data curah hujan bulanan dengan satelit IMERG yang telah dikoreksi dapat digunakan sebagai sumber data curah hujan alternatif yang tepat untuk wilayah dengan keterbatasan ketersediaan data curah hujan hasil pengukuran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied Hydrology. New York: McGraw-Hill.

[2] Ward, R. C., & Robinson, M. (2000). Principles of Hydrology (4th ed.). London: McGraw-Hill

[3] Barry, R. G., & Chorley, R. J. (2009). Atmosphere, Weather and Climate (9th ed.). London: Routledge.

[4] Ahrens, C. D. (2012). Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment. Belmont, CA: Brooks/Cole.

[5] Soewarno. (1995). Hidrologi: Aplikasi Metode Statistik untuk Analisis Data. Bandung: Nova.

[6] Subramanya, K. (2013). Engineering Hydrology (4th ed.). New Delhi: Tata McGraw-Hill.

[7] WMO (World Meteorological Organization). (2008). Guide to Hydrological Practices (6th ed.). Geneva: WMO.

[8] Kidd, C., & Huffman, G. J. (2011). Global precipitation measurement. Meteorological Applications, 18(3), 334–353. https://doi.org/10.1002/met.284

[9] Suhartanto, E., Andawayanti, U., Lufira, R. D., Darmawan, A. A., & Putri, A. S. (2025). Model prototipe alih ragam hujan ke debit menggunakan data satelit TRMM dan jaringan syaraf tiruan. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 15(1), 161–173.

[10] Jarwanti, A., Widodo, S., & Prabowo, H. (2021). Analisis regresi linier dalam kalibrasi data hujan satelit terhadap data pengamatan. Jurnal Teknik Sipil, 28(1), 15–26.

[11] Partarini, R., Hidayat, R., & Putra, A. (2021). Validasi model hidrologi menggunakan data di luar periode kalibrasi. Jurnal Sumber Daya Air, 17(1), 33–42.

[12] Estiningtyas, W., & Wigena, A. H. (2011). Analisis kinerja model hujan menggunakan metode statistik kontinu. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 13(2), 61–70.

[13] Krisnayanti, D., Sari, R., & Nugroho, A. (2020). Analisis korelasi dalam evaluasi data hidrologi. Jurnal Teknik Pengairan, 11(2), 101–109.

[14] Andani, A., & Endarwin. (2016). Evaluasi kinerja data hujan satelit terhadap data pengamatan menggunakan statistik kontinu. Jurnal Teknik Sumber Daya Air, 12(2), 85–94.

[15] Sanjaya, R., Nugroho, B., & Prasetyo, Y. (2022). Evaluasi bias data hujan satelit pada berbagai skala waktu. Jurnal Geomatika, 14(2), 89–98.

[16] Sharifi, E., Steinacker, R., & Saghafian, B. (2016). Assessment of GPM-IMERG and other precipitation products against gauge data. Atmospheric Research, 179, 121–134. https://doi.org/10.1016/j.atmosres.2016.04.006

[17] Tan, J., & Duan, Z. (2017). Evaluation of GPM IMERG precipitation products using gauge data. Journal of Hydrology, 550, 533–548. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2017.05.018

[18] Azka, M., Prasetyo, Y., & Nugroho, B. (2018). Evaluasi akurasi data hujan satelit terhadap data hujan pengamatan di wilayah Surabaya. Jurnal Hidrologi Indonesia, 3(1), 45–54

[19] Bees, R., Nursanto, E., & Saputra, D. (2021). Evaluasi data curah hujan satelit GPM IMERG di wilayah Nusa Tenggara Timur. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 22(3), 167–178.

[20] Rostihanji, & Saidah, H. (2023). Validitas data curah hujan produk satelit IMERG terhadap data curah hujan terukur di wilayah Bima dan Dompu. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 12(2), 137–152. https://doi.org/10.22225/pd.12.2.6461.137-152

Published

2026-08-31

How to Cite

[1]
agynda kukuh, D. P. Haryani, I. . Maulana, A. A. . Darmawan, and D. A. . Yani, “Koreksi Data Curah Hujan Pengamatan dan Satelit GPM di Desa Crewek”, PCEJ, vol. 8, no. 3, pp. 288–301, Aug. 2026, doi: 10.52722/pa3ee286.