IMPLEMENTASI TEKNOLGI MIMO RELAY SYSTEM DI DAERAH 3T UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19

  • Apriana Toding Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar
  • Heribertus Rinto Wibowo Tulodo, Jakarta Indonesia
  • Ummy Salmah Trainer Specialist, SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics, Indonesi
Keywords: MIMO relay system, COVID-19, Tana Toraja, education, remote areas

Abstract

Abstract: The coronavirus pandemic has led to the disruption of the education system with schools closed, and students forced to learn online from home. In Indonesia, even before the pandemic, education was already challenging in remote and rural areas where communication networks are often patchy. When the COVID-19 pandemic hit, reports surfaced of children in remote areas going for weeks without lessons due to the absence of internet at home or having to walk hours to get a better connection in order to send their homework. UNICEF, in its recent report, estimated nearly 60 million students in Indonesia were affected when schools closed in early March. Although almost 47 million households or 66 per cent of Indonesians have access to the internet, UNICEF noted that online learning was new for many students and teachers. As response to these challenges, a community based project using MIMO (Multi Input Multi Output) relay system technology has been implemented in SDN 129 Lea Tana Toraja to build internet connections for schools in more remote regions targeting teachers and students.

Abstrak : Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terganggunya sistem pendidikan dengan penutupan sekolah, dan siswa terpaksa belajar online dari rumah. Di Indonesia, bahkan sebelum pandemi, pendidikan sudah menjadi tantangan di daerah terpencil dan pedesaan di mana jaringan komunikasi sering tidak merata. Ketika pandemi COVID-19 melanda, banyak anak-anak di daerah terpencil yang tidak belajar selama berminggu-minggu karena tidak adanya internet di rumah atau harus berjalan berjam-jam untuk mendapatkan koneksi yang lebih baik untuk mengirim pekerjaan rumah mereka. UNICEF memperkirakan terdapat hampir 60 juta siswa di Indonesia terkena dampak ketika sekolah ditutup pada awal Maret. Meskipun hampir 47 juta rumah tangga atau 66 persen penduduk Indonesia memiliki akses ke internet, UNICEF mencatat bahwa pembelajaran online merupakan hal baru bagi banyak siswa dan guru. Untuk menjawab tantangan tersebut, sebuah proyek berbasis masyarakat dengan menggunakan teknologi sistem relay MIMO (Multi Input Multi Output) telah dilaksanakan di SDN 129 Lea Tana Toraja untuk membangun koneksi internet untuk sekolah-sekolah di daerah 3T dengan penerima manfaat adalah guru dan siswa.

Published
2022-03-06