ANALISIS ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA POLDA SULBAR SEBAGAI ALAT DALAM MENGUKUR EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI

Penulis

  • Agnesia Lesrini Paemba Universitas Kristen Indonesia Paulus Penulis
  • Petrus P. Roreng Universitas Kristen Indonesia Paulus Penulis
  • Amir Jaya Universitas Kristen Indonesia Paulus Penulis

Kata Kunci:

Anggaran Pendapatan, Belanja, Efektivitas dan Efesiensi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Anggaran Pendapatan dan Belanja Polda Sulbar Sebagai Alat Dalam Mengukur Efektifitas dan Efesiensi. Penelitian ini adalah data kuantitatif penelitian ini dilaksanakan di Bidang Keuangan Polda Sulawesi Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Bidang Keuangan Polda Sulawesi Barat. Populasi dalam penetian ini yaitu laporan keuangan pada laporan Keuangan Polda Sulbar. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah laporan realisasi anggaran tahun 2020-2022. Pengumpulan data melalui penelitian pustaka (library research), penelitian lapangan (field research), dan Documenter.Metode analisis deskriptif kuantitatif. Metode analisis deskriptif kuantitatif ini berarti bahwa penulis mengungkapkan keadaan/hasil pengamatan secara obyektif atau sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan. Khususnya mengenai anggaran dan realisasi pada Polda Sulawesi Barat. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: Efektifitas Anggaran Pendapatan dan Realisasi di lingkup POLDA Sulawesi Barat Tahun anggaran 2020 – 2022 dinilai “Sangat Tidak Efektif” dalam melakukan pengelolaan anggaran pendapatan yaitu sebesar: 17.354 % (Tahun 2020), 11,104 % (Tahun 2021) dan 10,200% (Tahun 2022), hal ini disebabkan realisasi anggaran lebih besar dari anggaran pendapatan. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Standar Ukuran Efektivitas Sesuai Acuan Litbang Kemendagri bahwa Rasio Efektivitas di bawah 40% berada pada tingkat capaian ‘Sangat Tidak Efektif’ dan Efesiensi Belanja dan Realisasi di lingkup POLDA Sulawesi Barat Tahun anggaran 2020 - 2022 dinilai “Sangat Efisien”  dalam melakukan pengelolaan anggaran Belanja yaitu sebesar 0,998 % (Tahun 2020) ,  9,981 %  (Tahun 2021) dan 0,998 (Tahun 2022), hal ini diesebabkan realisasi anggaran belanja lebih kecil dari anggaran belanja. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Standar Ukuran Efisiensi Sesuai Acuan Litbang Kemendagri bahwa Rasio Efesiensi di bawah 60% berada pada tingkat capaian “Sangat Efisien”.

Unduhan

Diterbitkan

2024-04-29