PERANAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP PENGAWASAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN TANA TORAJA

Penulis

  • Frederik Tandipayung Universitas Kristen Indonesia Paulus Penulis
  • Asrin Tandi Universitas Kristen Indonesia Paulus Penulis
  • Kristian HP Lambe Universitas Kristen Indonesia Paulus Penulis

Kata Kunci:

Peranan, Pengawasan, Pengelolaan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Peranan Dinas Lingkungan Hidup terhadap Pengawasan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Tana Toraja, tentang apa yang menjadi peranan Dinas Lingkungan Hidup, Faktor pendukung dalam pengawasan pengelolaan lingkungan khususnya sampah dan Faktor penghambat dalam pengawasan pengelolaan lingkungan khususnya sampah. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Peranan Dinas Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Tana Toraja antara lain sebagai berikut: a). Memberikan Sosialisasi kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan baik secara lisan maupu melaui spanduk dan papan bicara. b). Menyediakan fasilitas tempat penampungan sampah sementara berupa bak sampah dan kontainer sampah pada tempat penampungan sampah sementara. c) menyediakan kendaraan yang mengangkut sampah tiap harinya d) menyiapkan tenaga pengangkut sampah,  tenaga pengawas, dan tenaga pengelola pada TPA sampah.  e) mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam pengelolaan sampah melalui program Word Cleanup Day; 2).Peranan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengawasan pengelolaan sampah belum optimal karena masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan dan tidak membuangnya pada tempat-tempat yang telah disediakan,tidak ada pemilahan sampah pada saat dibuang ke TPS, dan masyarakat tidak mematuhi waktu yang sudah ditentukan untuk membuang sampah ke TPS; 3). Faktor penghambat pengawasan  pengelolaan sampah antara lain: a). Perilaku, sikap dan  pengetahuan masyarakat yang masih minim dalam hal pengelolaan sampah yang baik. b) Kurangnya tenaga pengawas pengelolan sampah. c) Tidak adanya anggaran pengawasan peneglolaan sampah. d) Kurangnya fasilitas dan waktu dalam pengawasan. e). Tidak adanya aturan atau regulasi berupa sanksi bagi yang melanggar dan tidak adanya sanksi bagi yang melanggar. f). Lemahnya koordinasi dengan stakeholder lainnya misalnya pemerintah tingkat kecamatan,kelurahan dan lembang.

Unduhan

Diterbitkan

2024-04-29