Pengaruh Variasi Volume Pelarut Heksan dan Waktu Ekstraksi Terhadap Lemak Kakao yang Dihasilkan

  • Regina Resti Oktaviana Universitas Kristen Indonesia Paulus
  • Lyse Bulo Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar
  • Lydia Melawaty Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar
Kata Kunci: ekstraksi, lemak kakao, metode maserasi, volume pelarut

Abstrak

Biji kakao (theobroma cacao) merupakan komoditas pertanian Indonesia yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Lemak kakao adalah salah satu produk olahan biji kakao yang bermanfaat untuk aromatisasi. Salah satu metode ekstraksi lemak kakao ialah metode maserasi, yaitu suatu metode pemisahan yang digunakan untukm engeluarkan satu atau beberapa komponen dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut. Pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi lemak kakao, dimana dilakukan analisa persen rendemen, bilangan penyabunan dan bilangan asam dari hasil ekstraksi lemak kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel proses terhadap kandungan lemak kakao. Secara khusus meliputi : (1) pengaruh volume pelarut terhadap jumlah lemak kakao yang dihasikan, (2) mengetahui korelasi waktu ekstraksi terhadap jumlah lemak kakao yang dihasilkan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hasil lemak kakao yang terbentuk berbanding terbalik dengan kenaikan variabel volume pelarut (ml),dan berbanding lurus dengan waktu ekstraksi (jam). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa persen rendemen minyak coklat terbesar yaitu 18,12 % dihasilkan dari ekstraksi lemak kakao menggunakan pelarut heksana 200 ml selama 6 jam berwana kuning dan padat serta aromanya pekat.

Diterbitkan
2022-06-07