Metode Elektrokoagulasi Untuk Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Yang Mengandung Logam-Logam Berat

  • Marthen Joning Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar
  • Lydia Melawaty Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar
  • Rosalia Sira Sarungallo Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar
Kata Kunci: elektrokoagulasi, elektrolisis, polutan, ICP OES

Abstrak

Dalam penelitian ini dilakukan beberapa variasi variabel proses seperti pH, waktu, dan tegangan untuk mengamati kondisi operasi yang lebih efektif dalam menurunkan polutan dalam air limbah. Sebelum proses elektrokoagulasi dilakukan karakterisasi awal pada limbah mengguanakan metode analisis ICP-OES dan diperoleh hasil konsentrasi awal polutan seperti TSS = 119 mg/L, logam Besi (Fe) = 24,453 mg/L, Tembaga (Cu) = 9,732 mg/L, Timbal (Pb) = 0,309 mg/L dan Selenium (Se) = 0,052 mg/L. Karakterisasi polutan air limbah tersebut tidak memenuhi standar mutu limbah cair untuk dialirkan ke lingkungan berdasarkan PERMEN Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2014. Setelah melalui proses pengolahan dengan metode elektrokoagulasi, polutan padatan tersuspensi dan logam-logam tersebut dapat diturunkan konsentrasinya menjadi: TSS = 32 mg/L, logam Besi (Fe) = 0,003 mg/L, Tembaga (Cu) = 0,074 mg/L, Timbal (Pb) = 0,023 mg/L, dan Selenium (Se) hampir mendekati nol. Bardasarkan data-data konsentrasi polutan dalam limbah sebelum dan sesudah proses elektrokoagulasi tersebut, dapat dinyatakan bahwa metode elektrokoagulasi efektif menurunkan kadar polutan Total Suspended Solid (TSS) sebesar 73,12% , logam Besi (Fe) sebesar 99,99%, Tembaga (Cu) sebesar 99,24%, Timbal (Pb) sebesar 92,56%, Selenium (Se) sebesar 99,81%. Hasil tersebut diperoleh pada kondisi operasi yaitu tegangan 10 volt, waktu 10 menit dan pH 9. Metode elektrokoagulasi dihasilkan kualitas air limbah yang memenuhi syarat untuk dialirkan kelingkungan berdasarkan standar baku mutu air limbah menurut PERMEN Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2014.

Diterbitkan
2022-06-07